Dacing

------- HOME------ SLIDES ------ ARTIKEL -------PELATIHAN
Antara Mimpi dan Antisipasi
R Matindas

Hampir tiap orang punya keingintahuan tentang masa depan. Ramalan bintang, yang dimuat disurat kabar atau tabloid umumnya tetap dibaca walaupun tidak dipercaya. Banyak orang tergoda mengunjungi dukun atau Toa Pek Kong untuk menanyakan kesehatan, rejeki dan jodohnya. Kebutuhan ini semakin meningkat jika orang dikuasai perasaan cemas. Di masa krisis moneter orang selalu antusias memperhatikan rumor tentang pergerakan kurs dolar, dan tidak begitu mengacuhkan ramalan cuaca yang memang sering meleset. Namun jika akan bepergian naik pesawat lalu cemas tentang kemungkinan adanya asap, orang toh menaruh perhatian terhadap ramalan.

Meramal masa depan sudah dilakukan sejak Jayabaya dan Nostradamus. Keduanya meramal dengan gaya khas seorang paranormal, yaitu dengan metaphor yang tidak mudah dipastikan artinya. Karena itu ramalannya hanya bisa digunakan dengan cara yang sama dengan ramalan buntut lotery. Manusia butuh sesuatu yang lebih jelas untuk pegangan. Khususnya manusia Indonesia dan investor yang berminat menanam modal di Indonesia.

Untuk mencegah ramalan terbias oleh mimpi dan harapan, ada metoda yang dinamai perumusan skenario (scenario building). Cara ini mematuhi kaidah Einstein dengan hukum relativitasnya. Inti perumusan skenario adalah pernyataan bahwa masa depan bukan sesuatu yang pasti. Masa depan bisa begini tapi juga bisa begitu. Paling tidak, perumusan skenario menyediakan lebih dari satu kemungkinan. Tetapi berbeda dengan ramalan model Jayabaya, perumusan skenario menunjukkan berbagai indikator untuk memperkecil jumlah kemungkinan. Dengan cara lain bisa diumpakan seperti ini. Katakan ada empat skenario (baca empat kemungkinan) bagi Indonesia dimasa depan.Masing-masing diberi nama skenario satu, dua tiga dan empat.

Meskipun saat sekarang ini keempat skenario itu semuanya masih mungkin terjadi, namun dalam perjalan waktu, satu-demi satu skenario akan mengalami penurunan peluang. Umpanya, skenario satu akan makin mungkin terjadi jika sampai akhir tahun 2008 SBY akan tetap merupakan presiden Indonesia. Ini berarti bahwa jika SBY dijatuhkan sebelum 2008, peluang skenario satu akan menjadi sangat kecil, sementara peluang skenario lainnya membesar.

Dengan memahami adanya berbagai skenario dan peristiwa kritis yang mempengaruhi peluang masing-masing skenario, orang bisa lebih mengantisipasi masa depan. Lebih dari itu, karena perisitiwa kritis yang mempengaruhi peluang tiap skenario adalah sesuatu yang belum terjadi, orang masih mungkin berusaha untuk mengarahkan hasil peristiwa kritis lebih memperbesar peluang bagi skenario yang lebih mendukung impiannya.

Perumusan skenario dan dialog skenario sebetulnya adalah jembatan untuk mentranformasi mimpi menjadi alat antisipasi.

(Tulisan ini dibuat untuk menggugah keingintahuan tentang scenario plannning. Silahkan surf di internet)

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Ini menarik sekali. Kalimat terakhir dari mas Budi bikin saya nafsu untuk cari tahu. Transformasi mimpi jadi antisipasi. Dalam bahasa yang sering saya pake "berani mimpi" dan "mimpilah yang gede" sebelum kerja keras. Tolong dong kasih beberapa url yang udah mas Budi baca. 'iwan jusack'

Arsip Blog

GAGASAN terSESAT

Memang ada pepatah yang mengatakan: “Malu bertanya, sesat dijalan”, tapi maaf, pepatah itu tidak laku di saat seseorang merintis jalan ke dunia baru yang belum pernah dikenal orang lain. Dalam perjalanan ke sana, tidak ada orang lain tempat bertanya. Karena itu seperti Hamlet, para petualang hanya bisa bertanya pada diri sendiri: “to be, or not to be”. Kumpulan naskah di sini diberi judul GAGASAN terSESAT, gagasan yang keluar dari jalur-jalur kelaziman. Saya percaya bahwa orang hanya mungkin tersesat kalau ia berani bertualang. Selama tetap di jalan umum (yang dilalui semua orang), kita aman. Ruginya, kita juga tidak akan sampai ke dunia yang baru.

Cinta Seks dan Dosa
Manusia itu makhluk multi dimensi. Terikat pada dimensi biologis, ia butuh makan, gerak dan Seks. Sebagai mahluk sosial, ia butuh perhatian, pujian berupa cinta. Lalu (atau barangkali tetapi) sebagai mahluk spiritual, ia butuh ketentraman dan kejaran dosa. Naskah di kapling ini antara lain adalah [1] Aneka Penyelewengan [2] Tips untuk memilih istri ke dua [3] Seks Psikologis Vs Seks Biologis [4]Dosa [5] Cinta, perasaan atau energi?

Ini, bukan Itu.
Naskah di kapling ini bertujuan menunjukkan perbedaan (dari) istilah-istilah yang sering di samaratakan (padahal jelas berbeda) seperti misalnya [1] Iman dan Agama [2] Gengsi dan Harga Diri [3] Konflik, permusuhan dan beda pendapat [4] Kewajar dan Keadilan

Gizi Psikologis Buat Anak

Perkembangan anak tidak saja membutuhkan makanan untuk kebugaran badannya, melainkan juga gizi psikologis untuk kesehatan jiwanya. Untuk itu sejumlah hal perlu mendapat perhatian [1 Anak itu unik [2] Menyikapi kebohongan anak [3] Membekali anak dengan keterampilan hidup [4]Moral di balik cerita wayang [5] Kritik, santapan rohani bergizi tinggi

Keranjang Daur Ulang
Ada sejumlah naskah yang tekah saya tuliskan lebih dari 20 tahun yang lalu. Ketika berberapa orang mebacanya di tahun 2008, mereka mengira naskah itu barus selesai kemarin. Anda mungkin tergoda membaca judul-judl ini [1] Empat cara menabung waktu [2] Jail [3] Kenalkan: “Amitri” [4] S edekah [5] Selusin Jurus Bijak dalam Menolong

Perempuan Gagah Jelita
Issu kesetaraan gender adalah topik kontroversial yang kadang kadang memberi inspirasi untuk menulis. Terganggu oleh adanya tiga jenis kelamin yang terulis di pintu toilet (laki / perempuan/ guru atau male / female/ executive) , saya teregilitik menulis topik-topik berikut. [1] Kartono, Sosok Kartini Abad Ini [2] Emansipasi dan Pembagian Peran [3] A-K-U Wanita [4] Menjadi Perempuan (bukan Pria, bukan Wanita) [5] Nilsa, dari sabang sampai Merauke [6] Realita Pernikahan

Kreatif Tanpa Nyentrik
Banyak mahasiswa isntitut kesenian yang berdandan dengan cara nyentrik. Pakai anting sebelah, rambut gondrong atau baju separuh dekil. Mereka kira, dengan nyentrik mereka langsung kreatif. . . . Padahal, hakikat kreatifitas jauh dari sekedar berbeda. [1] Kreatologi, jurus-jurus perangsang kreativitas [2] Kreativitas bukan segala-galanya [3] Kreativitas, perlukah? [4] Agar Anak Tak Mirip Robot


Sekedar Bertanya
Silence is Golden (tapi jangan diam waktu ujian lisan). Talking is Silver (jangan berisik waktu yang lain berdoa). Jangan diam dan jangan bicara. Jadi?.... Bertanyalah. Bertanya tanpa berisik. Bertanya pada diri sendiri [1] Dari mana datangnya keinginan? [2] Renungan Logika [3] Nasionalisme, spirit, sifat atau sekedar mode [2] Masyarakat Madani, . . . . Mungkinkah?

Tertawalah, mumpung gratis
Lelucon, Anekdot maupunKisah Penyegar yang ada di kapling ini, umurnya sangat pendek. Kalau ada lelucon baru yang lama langsung di hapus. Jadi kalau tidak anda baca hari ini, besok dia sudah berubah jadi cerita lain. Karena itu kalau mau tertawa, tertawalah hari ini, besok boleh jadi sudah terlambat-

Entri Populer